Workshop Climate Change Resilience and Mitigation Strategies in Volcanic Areas

Perubahan iklim merupakan fenomena yang akan dihadapi manusia di waktu yang akan datang. Hal tersebut menyebabkan dampak negatif terhadap berbagai aspek lingkungan. Kenaikan suhu permukaan bumi yang sebesar 0,3oC (Hasanah, 2018), perubahan curah hujan yang semakin tinggi, kenaikan muka air laut, serta peningkatan frekuensi kejadian iklim dan cuaca ekstrim yang beberapa tahun belakang telah dirasakan penduduk dunia, khususnya di Indonesia (Nurrizqi, 2018). 

Workshop pada tanggal 8 Desember 2018 yang diinisiasi oleh Pusat Studi Perubahan Iklim dan Kebencanaan Teknik FTSP UII membahas hal terkait permasalahan tersebut. Topik yang dibahas pada kesempatan ini adalah “Climate Change Resilience and Mitigation Strategies in Volcanic Areas” Praktisi dan akademisi yang berbagi pada kesempatan tersebut antara lain Dr. Sandy Budi Wibowo, M.Sc. ahli geomorfologi gunungapi dari Fakultas Geografi UGM, Dr. Nur Aini Iswati Hasanah,M.Si. ahli perubahan iklim yang berkaitan dengan aspek pangan dan sekaligus perwakilan internal UII, serta Erstayudha Nurrizqi, M.Sc. praktisi APIK (Adaptasi Perubahan Iklim dan Ketangguhan) dari Regional Jawa Timur yang saat ini berada dibawah payung USAID.

Negara Kesatuan Republik Indonesia merupakan salah satu wilayah yang rentan terhadap perubahan iklim, tidak hanya dari aspek anthropogenik, namun juga dari aspek alamiahnya.Potensi kerentanan itu terkait erat dengan kondisi fisiografis Indonesia yang terletak pada rangkaian jalur gunungapi dunia atau lebih dikenal dengan “Ringof Fire”. Letusan gunungapi dapat berpotensi menyebabkan terjadinya perubahan iklim dan berkontribusi terhadap dinamika atmosfir di bumi. Hubungan keterkaitan antara gunungapi dan perubahan iklim adalah adanya kenaikan suhurata-rata permukaan bumi dan tingkat erosi di gunung berapi (Wibowo, 2018).

Perubahan itu memang terjadi pada jangka pendek saja, namun dampak yang ditimbulkan sangatlah besar.Disisi lain gunungapi merupakan berkah bagi umat manusia, sumberdaya berupa tanah vulkanik sangat subur dan menjadi tempat yang cocok untuk budidaya berbagai tanaman pangan. Jika potensi sumberdaya vulkanik ini terganggu oleh adanya perubahan iklim baik yang disebabkan oleh gunung api itu sendiri ataupun oleh faktor yang lain, maka perubahan iklim dapat berdampak pada ketersediaan bahan pangan.

Hasil diskusipada pertemuan tersebut menyatakan bahwa rencana, program dan kegiatan baikberupa mitigasi maupun adaptasi yang terkait dengan dampak perubahan iklim,harus dapat mengakomodasi masalah tersebut, harapannya agar tercipta ketangguhan masyarakat Indonesia dalam hidup berdampingan dengan gunungapi. Salah satu yang bisa dilakukan adalah melakukan konservasi terhadap tanah untuk mencegah terjadinya erosi, meningkatkan varietas pertanian yang rendah emisi dan merencanakan program penelitian dan pengabdian masyarakat khususnya di wilayah D.I.Yogyakarta yang pada umumnya rawan terhadap bencana alam dan rentan terhadap terjadinya perubahan iklim.

Workshop kali ini juga menjadi faktor peningkatan kapasitas peserta yang berasal dari internal UII, khususnya Prodi Teknik Lingkungan serta eksternal UII yang juga aktif memberikan tanggapan terhadap materi yang telah dipaparkan. Pengetahuan tidak hanya dari pemahaman teoritis, namun juga informasi-informasi penting yang hanya dapat diperoleh dari para narasumber yang telah terjun langsung dan fokus pada isu-isu perubahan iklim khususnya di Indonesia. Pemahaman peserta bertambah terkait upaya dalam mengendalikan penyebab terjadinya perubahan iklim, mitigasi dalam menghadapi dampak perubahan iklim, serta kemampuan untuk beradaptasi dantetap mempunyai ketangguhan dalam situasi maupun kondisi yang sulit dapat terlaksana dengan baik sesuai proporsi dan tugas masing-masing elemen masyarakat.

Pusat Studi Perubahan Iklim dan Kebencanaan

Program Studi Teknik Lingkungan

Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan

Universitas Islam Indonesia

Jl. Kaliurang Km 14,5

e-mail : puspik@uii.ac.id

Instagram: @puspik.uii