Entropi dan Nasib Bumi

Pemikiran Seorang Pemerhati Lingkungan

Pernahkah berpikir untuk melestarikan lingkungan? Sebagai mahasiswa Teknik Lingkungan atau Ilmu Lingkungan pasti pernah bahkan menjadikan hal tersebut sebagai misi hidup dan bangga setengah mati akan idealisme tersebut. Sebagai pemerhati lingkungan, kita pasti juga berusaha mengamati dan mencerna isu-isu lingkungan dan terbersit untuk berkontribusi terhadap pelestarian lingkungan. Setelah kita menetapkan tujuan untuk melestarikan lingkungan, kemudian hari-hari kita pun diisi dengan berpikir mengenai aspek-aspek ekosistem di sekitar kita yang harus kita jaga kelestariannya. Aspek ekosistem terbagi atas unsur abiotik dan biotik. Misalkan, unsur abiotik yang paling sering kita pikirkan untuk dilestarikan dan dipulihkan adalah air. Akan timbul rumusan masalah sebagai berikut:

“Apa yang harus dilakukan agar kualitas air tetap baik?”

“Kegiatan apa yang harus diadakan untuk meminimalisir pencemaran terhadap air?”

“Bagaimana ketersediaan air dapat tetap terjaga sehingga dapat mendukung perikehidupan manusia, hewan dan tumbuhan?”

Pertanyaan-pertanyaan seperti itu yang mungkin akan muncul di benak kita selama ini. Begitu juga dengan unsur lingkungan lain seperti udara, tanah, serta hewan dan tumbuhan.

“Bagaimana agar ekosistem tetap terjaga seimbang dan memperpanjang umur bumi?”

Kenaikan Temperatur Bumi

Umur bumi saat ini kurang lebih sudah 4,54 miliar tahun. Apakah Anda tahu bagaimana kondisi peningkatan suhu di bumi secara global dari tahun ke tahun? Jika Anda belum tahu ataupun masih belum yakin pengetahuan global warming Anda sudah optimal, disarankan kepada Anda untuk menonton suatu film dokumenter berjudul An Incovenient Truth. Film keluaran tahun 2006 ini akan membeberkan fakta-fakta terkait pemanasan global dari sudut pandang Al-Gore, seorang politisi Amerika yang juga seorang environmentalis. Bahkan menurut saya, film ini adalah film wajib bagi para pemerhati lingkungan. Menurut grafik Global Mean Surface Temperature yang dikeluarkan oleh NASA (bisa dilihat di sini atau gambar di bawah), semenjak tahun 1980-an rata-rata temperatur permukaan bumi tahunan terus meningkat sampai saat ini.

Global Mean Surface Temperature

Temperatur permukaan bumi rata-rata tahunan

Entropi, Derajat Kekacauan

Pada kesempatan ini saya akan coba mengajak Anda untuk mengingat Hukum Termodinamika II yang dikemukakan oleh Rudolf Clausius (1865) tentang entropi sebagai tingkat derajat kekacauan sistem. Dalam sistem yang tertutup, seiring berjalannya waktu maka tingkat entropi akan semakin tinggi (semakin kacau). Pada sistem ekologi, reaksi-reaksi yang terjadi di alam akan selalu mengarah ke tingkat kekacauan yang lebih tinggi. Bahkan tingkat entropi yang dialami oleh bumi kita sejak tahun 1980-an meningkat pesat secara eksponensial berdasarkan data temperatur bumi dari NASA tadi. Temperatur hanya salah satu indikator saja. Masih ada indikator lain yang menyatakan entropi alam ini semakin meningkat. Dalam teorinya, Rudolf Clausius menyatakan bahwa: “The entropy of the universe tends to a maximum.

Meskipun entropi sudah pasti akan selalu meningkat, namun kita masih bisa memperlambatnya. Bukankah lebih baik dan lebih barokah untuk berjuang menyediakan bumi yang layak ditinggali oleh anak cucu kita daripada membiarkannya begitu saja? Oleh karena itu, saat ini sudah saatnya kita mulai berpikir bagaimana cara untuk memperlambat peningkatan entropi bumi kita tercinta. Semua ini demi nasib tempat hidup kita. Kalau bukan kita, siapa lagi?

tulisan oleh Adam Rus Nugroho (dosen Teknik Lingkungan UII)